Jumat, 20 Juni 2014

Fungsi ketakwaan kepada Allah


TAKWA adalah bekalan hidup yang paling berharga dalam diri seorang Muslim. Tanpanya hidup tidak bermakna dan penuh kegelisahan. Sebaliknya, seseorg akan merasakan hakikat kebahagiaan kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat apa bila ia telah sukses menyandang predikat sebagai orang yang bertakwa. Kata takwa sudah sangat akrab di telinga kita . Tiap khutbah Jum'at sang khatib selalu menyampaikannya. Bahkan di bulan Ramadhan kata TAKWA pun menghiasai ceramah2 atau kultum kultum yang di adakan.
TAKWA adalah bekalan hidup yang paling utama. Ketika Abu dzarr Al-ghifari meminta nasihat kepada baginda Rasulullah SAW , maka pesan yang pertama dan utama yg beliau sampaikan kepada sahabat nya itu adalah TAKWA. Rasulullah SAW bersabda " " saya wasiatkan kepada , bertakwalah engkau kepada Allah karena takwa adalah pokok dari segala perkara. " { nasr bin Muhammad bin Ibrahim , kitab tanbih al - ghofilin li abi laits as - samarkindi } .
Secara lughah ( bahasa ) , takwa berarti : " takut atau menghalang dari sesuatu yang di benci dan di larang. Sedangkan menurut istilah , terdapat berbagai arti mengenai takwa . Ibn Abbas mendefinisikan , takwa adalah takut berbuat syirik kepada Allah dan selalu mengerjakan ketaatan kepadaNYA. {tasfir ibn katsir , hal. 71 } imam Qurthubi mengutip pendapat Abu yazid al - bustani , bahwa orang yang bertakwa itu adalah " orang yang apa bila berkata , berkata karena Allah. Dan apabila berbuat , berbuat Dan beramal karena Allah".
Abu sulaiman ad-Dardani menyebutkan : " orang - orang yang bertakwa adalah orang-orang yang kecintaan terhadap hawa nafsu di cabut dari hatinya oleh Allah" { al-jami li.ahkamil Qur'an , 1/161 }. Sedangkan imam ibn Qayyim al jauziyyah menegaskan , bahwa hakikat takwa adalah takwa hati. Bukan takwa anggota badan. " [ lihat : Ibn Qayyim al jauziyyah , kitab al-fawaid , Hal.173 ]
Umumnya ulama mendefinisikan takwa sebagai berikut: " menjaga diri dari perbuatan maksiat, meninggalkan dosa syirik. Perbuatan keji & dosa2 besar, dan berkelakun dengan adab adab syar'iah." Ringkasanya " mengajarkan ketaatan dan menjahui perbuatan buruk dan keji" . Atau pengertian yang sudah begitu popular , takwa adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjahui segala bentuk larangaNYA" dari definisi definisi di atas menunjukan bahwa kepentingan takwa sudah tidak di ragukan lagi , apalagi al-Qur'an dan hadist nabi SAW secara berulang ulang menyuruh kita untuk bertakwa. Khusus bagi orang yang bertakwa Allah telah menjanjikan berbagai keistimewaan Atau balasan atas mereka, di antaranya ,:" ~ bagi siapa saja yang bertakwa kepadaNYA , maka akan di bukakan baginya jalan keluar ketika menghadapi berbagai persoalan hidupnya. ( Qs at thalaq : 2 )
~ memperoleh rezeki Dr arah yang tidak di sangka sangka " ( Qs.at thalaq : 3 )
~ di mudahkan dalam segala urusan ( Qs. At thalaq: 4 )
~ di ampuni segala dosa & kesalahannya , dan bahkan Allah swt akan melipat gandakan pahala baginya ( Qs. At thalaq : 5 )
~ orang yang bertakwa tidak akan pernah merasa takut , mengeluh , was was dan sedih hati ( Qs. Yunus - 62-63 ).
~ mereka yang bertakwa akan memperoleh berita gembira ( al busyra' ) baik di dunia maupun di akhirat ( Qs. Yunus : 64 )
Di samping memberi janji, motivasi motivasi , yang terkandung dalam ayat di atas juga menjelaskan tentang keutamaan takwa dan fungsional terhadap Masalah 2 kehidupan seorang Muslim. Oleh sebab itu bagi seorg Muslim atau mu'min memandang remeh perkara ini. Takwa berfungsi sbg bekal hidup yang paling penting dan ketara. Lebih2 bagi seorang pemimpin yg sedang memikul amanah dan tanggung jawab. Bekal ketakwaan tentunya sangat di perlukan. Tidak mustahil seorang pemimpin , apapun kedudukan Dan levelnya akan mampu menyelesaikam tugas2 nya dengan baik , mencari jalan keluar atas persoalan yang di hadapinya serta dapat mencapai tujuan kolektifnya , apabila pemimpin tersebut membekali dirinya dg ketakwaan kepada Allah .
Ibadah puasa Ramadhan tahun ini sudah hampir tiba. Kehadiranya merupakan momentum yang sangat berharga bagi kita untuk bermuhasabah dan berlomba lomba dalam memperbanyak amal kebajikan. Sehingga kita betul betul termasuk insan yang bertakwa.
~TRIMULYANI MOEGAHID ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar